Tampilkan postingan dengan label passion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label passion. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2020

Alfameria chapter v part 3

22.46 0 Comments
Alfa memandang sebuah persegi panjang berwarna ungu dihadapannya. Kotak berisi brownis yang Aksa berikan padanya beberapa hari lalu.

Pemberian Tante Marisa. Dan sebuah permintaan khusus untuk memberikan komentar terhadap hasil percobaannya membuat kue.
Motret sendiri


Sejujurnya Alfa terkejut ketika Aksa yang memberikan kue brownis itu padanya. Mengapa bukan Ameria sendiri yang memberikan? Dan kenapa harus melalui Aksa? Mungkinkah Ameria marah padanya?

Atau kah ….

Alfa menggeleng-gelengkan kepala. Menolak untuk melanjutkan kemungkinan-kemungkinan atas penyebab keberadaan yang ada diatas meja kamarnya itu.

Kemungkinan yang tidak berani dia bayangkan tentu saja tidak terjadi. kalau pun benar tante Marisa akan mengkonfrontasinya beberapa hari lalu saat Alfa menelpon untuk mengucapkan terimakasih.
Ameria, Alfa merindukanya.

Sepekan lebih Alfa tidak bertemu dan berbincang dengan sahabatnya. Meski kelas mereka bersebelahan tapi selama istirahat tak sekalipun ada pemandangan ketika Ameria dan Alfa sedang bercakap-cakap.

Ahh …
Alfa melihat Ameria. Dihari yang sama Ia mendapatkan kotak berwarna ungu tersebut. dihari ketika Ia tiba-tiba merasakan kemarahan yang hampir diluar kendalinya.

Tiga hari berlalu setelah hari itu. Alfa ingin kembali berbincang dengan Ameria.

Bukankah hari ini pekan pertama diawal bulan? Jadwal rutinnya untuk pergi ke perpustakaan umum. Itu artinya hari ini akan bertemu dengan Ameria. Dan pertemuan itu hanya ada mereka berdua.

Tapi tunggu, mungkin sebaiknya pertemuan hari ini tidak di perpustakaan. Mungkin Alfa perlu mencari tempat lain untuk membaca. Sebuah tempat terbuka dengan pohon yang banyak. Kemudian Alfa hanya perlu membawa buku dan sedikit makanan dan minuman sebagai bekal karena disana pasti tidak ada penjual makanan.

Sempurna!

Ameria akan terkagum-kagum dengan idenya itu. Ia pasti akan sangat girang karena menemukan tempat dengan suasana baru untuk membaca buku. Atau mungkin akan menjadi waktu yang tepat untuk mengungkapkan sesuatu yang selama ini ditahannya.
Motret sendiri


Alfa merasa sangat bersemangat sehingga langsung menghubungi Ameria.

Pada dering pertama Ameria tidak menjawab. Alfa pun mengulangi lagi. hingga dering ketiga masih tidak ada yang menjawab. Lalu sebuah pesan masuk.

Ameria  : Aku lagi dirumah sakit.
Alfa  : kamu sakit? atau tante marisa?
Ameria  : bukan
Ameria : Aksa tadi pagi kecelakaan. Dia keserempet pas lagi pakai otoped. Sekarang lagi diperiksa di UGD. Badannya lecet-lecet, Al (emoticon nangis).
Alfa : Yaudah, aku kesana sekarang.

Detik berikutnya Mama masuk kedalam kamar. Membawa setumpuk pakaian yang sudah selesai di setrika.

“Tumben belum siap? Nanti Ameria marah lho nungguin kamu kelamaan.”

Mama memasukkan pakaian kedalam lemari. Saat hendak menutup pintu lemari, Mama memandang cukup lama pada dinding didalamnya. Ada cukup banyak foto Ameria yang sengaja ditempel disana. Semuanya diambil secara sembunyi-sembunyi.

“Mama jarang ketemu Ameria tapi rasanya kaya tiap hari ketemu.”

Setelah menutup lemari Mama duduk di tempat tidur. Melihat anaknya yang masih mengenakan kaos tidur.

“Mau disimpan sampai kapan? Kamu baik sama dia, perhatian, kamu jagain dia. Tapi Ameria nggak akan tahu kalau kamu nggak bilang. Udah tiga tahun, Alfa.”

Alfa hanya duduk diam sambil memutar-mutar kursi yang didudukinya.

Tiga tahun? Ia tidak pernah mengira bisa menyimpan perasaannya nyaris 1000 hari lamanya. Alfa benar-benar pandai menata rapi rasa sukanya pada Ameria hingga ia sendiri merasa cukup dengan hubungannya saat ini.

Hari-harinya selalu dihabiskan bersama Ameria. Disekolah hingga dirumah, semua waktunya selalu dengan Ameria.

Persahabatan atau kah pacaran, bagi Alfa tidak ada bedanya. Selama bisa bersama, saling berbagi banyak hal sudah lebih dari cukup. Apakah Ia perlu memberitahu bahwa Ameria adalah ratu dihatinya?

Alfa tidak merasa perlu melakukannya. Toh, selama ini Ameria selalu menerima dan membalas semua sikap baik dan perhatiannya. Bahkan bisa dikatakan bahwa Ameria adalah satu-satunya orang yang paling mengenalnya selain mama papa.

“Kami baik-baik.”

Mama tersenyum. “Tentu kalian baik-baik saja. Tapi kalau suatu saat ada yang datang mendekati Ameria, apa semuanya tetap baik-baik saja?”

Kursi yang sejak tadi berputar-putar langsung berhenti. Energi yang sejak tadi digunakan untuk membuat kursi beroda mengalir hingga keatas. Memutar-mutar isi kepala alfa untuk memasukkan sebuah kode unik yang baru saja disebutkan mama lalu memprosesnya untuk menghasilkan sebuah jawaban yang selama ini tidak disadarinya.

Aksa menyukai Ameria.

Mama hanya tersenyum melihatnya. Dia tahu anak lelakinya itu pandai. Kesukaannya membaca buku hanya stimulan kecil untuk membuat cabang-cabang baru diotaknya. Hanya saja kecepatan reaksi otaknya berbanding terbalik dengan tingkah polanya. Ditambah kepribadiannya yang tertutup membuat orang lain semakin susah membaca sikapnya.

“Ma, menurut mama sebaiknya aku kuliah dimana?”

Senyum mama seketika memudar. Bagaimana mungkin topik pembicaraan mengenai perasaan berganti dengan kuliah. Sungguh hal ini benar-benar membuat Mama semakin tidak paham dengan jalan pikiran anaknya.

“Kamu serius tanya Mama?”

Alfa mengangguk mantap.

Mama harus kecewa pembicaraan tentang Ameria harus berakhir seperti biasa tanpa pernah ada ujung yang jelas. Namun, pembicaraan ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. karena menyangkut masa depan yang selama ini tidak begitu menarik perhatian Alfa.

“Kamu maunya apa?”

Alfa hanya mengendikkan bahu.

Mama harus menggosok lengannya karena dibuat gemas oleh anaknya sendiri. Kecerdasaan otak kirinya boleh diatas rata-rata tapi kemampuannya untuk mengenal diri sendiri nyaris tidak mendapatkan nilai.

“Kalau Alfa tahu, Alfa nggak akan bertanya.” Alfa kembali diam. “Gimana kalau Alfa masuk IKJ?”

Mama memicingkan mata. menatap penuh selidik pada Alfa yang sejak tadi bersikap sangat tenang. Terlalu tenang bahkan. Mama ingin mencari barangkali ada sesuatu yang terlewat dari perhatiannya.

“Kamu yakin? Mama tidak melihat kamu punya ketertarikan dengan seni.”

“Memang harus ya? Nggak bisa kalau aku cuma ingin kuliah disana?”

“Bukan begitu. ketertarikan , kesukaan adalah bagian dari sebuah passion. Dan passion itu penting agar kita tetap konsisten dengan tujuan.” Mama memperbaiki posisi duduknya. “Kamu boleh kuliah di IKJ. Pertanyaannya adalah apakah dengan masuk IKJ tujuan kamu akan tercapai?”

“Belajar memang harus punya alasan, ya? Apa salah kalau aku masuk IKJ karena ingin belajar seni.”

“Setiap hal didunia ini diciptakan dengan tujuan. Mama memilih menyekolahkan kamu di Sekolah formal untuk mempermudah ketika ingin mendaftar di perguruan tinggi. Kakak kamu memilih langsung melanjutkan S2 karena ingin memperdalam ilmunya sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. Kalau kamu cuma ingin belajar seni, kenapa harus nunggu masuk IKJ? Sekarang pun bisa.”
“Satu lagi,” lanjut Mama “buat keputusan itu karena diri kamu sendiri. Bukan karena mama bukan karena papa atau orang lain. Tapi karena kamu.”

Senin, 17 Desember 2018

ONE DAY IN NETHERLAND

16.44 0 Comments
Saya tidak punya kota yang ingin dikunjungi. Buat saya semua kota yang ada di Indonesia patut untuk saya datangi minimal satu kali seumur hidup. Meskipun sampai lebih dari seperempat abad hidup jumlah kota yang pernah disinggahi masih bisa dihitung dengan cari.
Tapi saya punya sebuah daftar Negara yang ingin saya kunjungi, suatu hari.
Salah satunya Belanda. Negeri bendungan yang menurut sejarah pernah Berjaya di tanah air lebih dari dua abad. Tapi bukan kisah masa lampau yang melatar belakangi melainkan sebuah bentuk kekaguman dari keberadaannya.
Negara dengan luasan yang kecil bahkan sebagian daratannya berada dibawah permukaan laut bisa Berjaya berabad-abad lamanya bahkan bisa menekspansi Negara-negara besar seperti Indonesia.
Mari kita kupas sedikit demi sedikit latar belakang ke kaguman saya ini. tapi percayalah kekaguman ini tidak mengikis kecintaan saya pada bumi pertiwi bahkan sampai berganti kewarganegaraan. Seberapa pun kecewanya saya pada pemerintah tapi Indonesia adalah rumah yang tidak akan saya tinggalkan dan terus saya jaga sampai jiwa berucap salam pada raga.
Tulip
 Bunga yang menjadi salah satu icon belanda ini memiliki banyak warna yang sangat menarik. Karena saya salah satu penganut aliran feminism yang menyukai sesuatu dengan warna-warna indah.
Tapi tahu tidak bahwa bunga ini bukanlah tanaman asli Belanda? Tumbuhan ini berasal dari Asia Tengah. Cukup jauh bukan jaraknya dengan benua eropa. Kerajaan Ottoman Turki lah yang membawa bunga nan cantik ini berakar di tanah eropa.

Sayangnya kita tidak setiap saat bisa menikmati keindahan bunga ini. hanya pada bulan-bulan tertentu bunga ini bisa serentak bermekaran. Belanda bahkan mengadakan sebuah acara khusus untuk menikmati fenomena ini. bahkan menjadi festival bunga terbesar seantero Eropa.
Kekukenhof menjadi salah satu daya tarik wisata dunia di Belanda. Di musim panas, kalau tidak salah, sekitar bulan mei sampai juli festival ini di selenggarakan. Pernah nggak bermimpi sedang berada di sebuah tanah luas dengan bunga tulip mekar bersamaan? Mungkin seperti itu lah keadaan riil disana.
Bendungan
Kalau dilihat dari namanya sendiri sudah menunjukkan keadaan fisiknya. Neder berarti rendah sementara land artinya tanah. Secara harfiah bisa diartikan tanah yang rendah.hal ini juga dapat dilihat dari hampir 50% daratan berada dibawah permukaan laut. Terutama di wilayah Negara bagian utara yang berbatasan langsung dengan laut utara menjadikan wilayah ini langganan bencana terutama bila terjadi ombak lautan sedang tinggi. Sehingga dibangunlah bendungan sebagai salah satu upaya untuk melindungi wilayah-wilayah tersebut.
Selama 39 tahun ada 13 bendungan yang dibangun secara bertahap. Yang pertama dibangun adalah sebuah bendungan di timur sungai The Hollandse yang selesai pada tahun 1958. Kemudian bendungan The Ooster Dam dengan panjang hampir 11 km yang membentengi seluruh daratan Zeeland yang berbatasan langsung dengan laut utara.
Bendungan yang  terakhir kali dibangun pada tahun 1997 di muara Nievwe waterweg dan diberi nama The Maestantkering. Bendungan ini juga di kenal dengan gerbang masuk Rotterdam yang memiliki dua bagian lengan dengan panjang masing-masing mencapai 300 meter atau setara dengan tinggi menara Eiffel di Paris, Perancis.

Bendungan ini bisa dibuka dan ditutup. Selain itu juga dimanfaatkan untuk kepentingan wisata. Bahkan beberapa decade belakangan banyak yang beranggapan belum dikatakan berkunjung ke Belanda bila belum singgah di salah satu kota terpadat di Belanda. 

Referensi 
https://nasional.kompas.com/read/2008/11/29/10323720/belanda.pun.membendung.laut

Minggu, 16 Desember 2018

Mengapa Menulis Di Blog

17.09 0 Comments
Blog merupakan salah merupaka salah satu web yang digunakan untuk menulis. Dengan isi tulisan yang disesuikan dengan keinginan masing-masing penulis maupun pemilik web.
Salah satu fungsi blog yang paling sering dimanfaatkan adalah untuk mempublikasi sebuah karya. Baik karya tulis, foto, desain dan lain sebagainya. Terkadang media ini juga digunakan untuk “menampung” curahan hati.

Blog ini saya pilih sebagai pelarian dari ketidakpupuleran tulisan saya disebuah platform menulis yang saat ini sangat popular. Menyedihkan ya…
Sebenarnya kalau hanya untuk mencari populeritas saya bisa menggunakan media social pribadi seperti facebook atau instagram yang sudah jelas akan dibaca walaupun hanya follower saya yang jumlahnya pun terbatas.
Menurut saya blog akan membuat saya tetap focus pada tujuan utama yaitu menulis. Menjaga saya untuk untuk tidak lagi mencari jumlah pembaca atau apresiasi dari karya saya. Selain itu blog juga lebih mudah dan tidak ada aturan mengikat selain yang kita buat sendiri. Dan bila ada yang ingin berkunjung tinggal datang aja, nggak perlu permisi atau buat akun terlebih dahulu.
Kelemahannya Cuma satu, saya selalu lupa password sehingga banyak banget blog yang sudah dibuat tapi terbengkalai begitu saja karena nggak pernah dirawat. Padahal akun sosmen lain yang menggunakan hal yang sama untuk masuk nggak pernah lupa. Ibaratkan rumah yang baru dibangun pondasi saja dan dibiarkan. Akhirnya rumput, semak tumbuh subur. Memberi kesempatan hewan melata untuk membangun sarang atau sekedar reuni dengan kawan-kawannya.


Jadi blog ini tujuannya masih personal, hanya branding diri sendiri dan menjaga agar tetap konsisten menulis. Seandainya ada yang mendapatkan manfaat dari keberadaan situs pribadi ini merupakan salah satu nilai tambah yang akan menjadi tabungan masa depan saya.

Jumat, 14 Desember 2018

TENTANG SAYA

19.43 0 Comments






Hollaaa....
Panggil saya Momfy
Ibu dari seorang putri dan putra yang sangat amazing. Keduanya saya asuh sendiri, bersama suami. Jadi pekerjaan utama saya saat ini adalah seorang istri, seorang ibu, wakil kepala sekolah dirumah, asisten manager keuangan dirumah , Ahli gizi keluarga, dokter keluarga dan sedang merintis menjadi seorang penulis juga pebisnis tulisan, semoga bisa menjadi profesi suatu saat. Amin.
Saat ini tinggal di Jawa Timur tepatnya di tanah majapahit. Ini kota ketiga yang pernah saya singgahi lebih dari satu tahun. entah akan berada dikota mana lagi kedepannya. Sebelumnya pernah tinggal di bogor selama tujuh tahun. Tapi lahir dan besar di kota soto, Lamongan.
Tujuh tahun di bogor dalam rangka menyelesaikan pendidikan sekaligus meniti karir. Setelah lulus kuliah langsung bekerja di sebuah perusahaan multi nasional. Akhirnya pekerjaan tersebut saya lepas dan fokus pada fitrah saya sebagai perempuan.
Hobi utama itu nulis, baca dan nonton. Tiga hal ini selalu konsisten menjadi pengisi me time. Buku koleksi saya sebagian besar berupa buku fiksi dan buku-buku tentang kehutanan yang jarang sekali dibaca. Saya nggak punya penulis favorite karena semua buku yang saya baca berdasarkan isi bukan dari orang yang menciptakan. Diantaranya ada Habiburahman, Donny dirgantara (dua karya mereka merupakan buku pertama saya) Mira W, Hanum salsabila, JK. Rolling, stephenie meyer,  Langit Kresna Hariadi, Emha Ainun Najib, Sujiwo Tedjo, penulis- penulis Wattpad.
Saya juga mengoleksi banyak sekali buku cerita anak. Dari yang satuan sampai yang berseri. Dan harta ini yang ingin saya turunkan pada anak-anak.
Menulis termasuk bidang baru yang saya tekuni selama tiga tahun terakhir. Dan sudah melahirkan buku antologi pertama yang berjudul Hujan terbitan WA publisher. Ini prestasi pertama menekuni dunia fiksi.
Selain itu saya juga menulis artikel, review film dan resensi buku.
Saya bisa dihubungi melalui :

Follow Us @soratemplates